Advetorial

Samatau Maksimalkan Potensi Perikanan Buteng

LABUNGKARI, Jelajahkepton.com- Komitmen Bupati dan Wakil Bupati Buton Tengah (Buteng) untuk memajukan sektor perikanan memang tak perlu dipertanyakan lagi. Dukungan semakin kuat dengan kayanya hasil alam yang terkandung diperairan negeri seribu gua itu.

Apalagi mayoritas masyarakat Buteng tercatat berprofesi sebagai nelayan dan menggantungkan hidup dari hasil perikanan ini. Maka tak heran bila masyarakat nelayan Buteng mendapat banyak guyuran bantuan dari pemerintah daerah maupun pemerintah pusat.

Berdasarkan catatan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Buteng dalam dua tahun pemerintahan H. Samahuddin, pemerintah daerah telah berhasil menyalurkan 62 kapal berbagai jenis lengkap dengan alat tangkap dan alat bantunya. 62 kapal ini merupakan hasil alokasi APBD maupun keberhasilan pemerintah daerah mengusulkan bantuan perikanan ke Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui APBN.

Pada 2017, pemerintah daerah tercatat mengalokasikan APBD untuk bantuan kapal berkapasitas tiga Gros Tonase (GT) sebanyak 13 unit dari DAK dan dua unit dari DAU ditambah bantuan 4.000 bubu kepiting dari DAU. Dari APBN, pemerintah daerah berhasil mendatangkan bantuan kapal berkapasitas delapan GT sebanyak tiga unit lengkap dengan alat tangkapnya.

Bantuan lalu meningkat signifikan pada 2018. Dari alokasi APBD, pemerintah daerah merealisasikan bantuan kapal tiga GT lengkap dengan alat tangkap dan alat bantu sebanyak 40 unit dari DAK dan bubu ikan besar sebanyak 85 unit. Sedang dari APBN, nelayan Buteng keciprat bantuan kapal tiga GT lengkap dengan alat tangkapnya sebanyak empat unit.

Bupati Buteng, H. Samahuddin menjelaskan daerah pesisir Buteng yang begitu luas menjadikan hasil perikanan begitu beragam. Mulai dari kayanya ragam ikan karang, melimpahnya teri nasi atau teri halus, pengembangan udang vaname dan rumput laut, kepiting, kerapu, tuna, dan beberapa potensi perikanan lainnya.

“Banyak sekali potensi perikanan disini, dan semua itu menjadi unggulan kita. Makanya pemerintah daerah mendukung sekali pengembangannya dengan memberikan bantuan kepada nelayan agar semakin berdaya demi meningkatkan kesejahteraan mereka,” kata H. Samahuddin.

La Ramo sapaan akrab H. Samahuddin merinci sedikitnya 66 dari 77 desa dan kelurahan di Buteng telah ditetapkan sebagai daerah pesisir. Olehnya, mayoritas masyarakat Buteng hidup sebagai nelayan.

“Masyarakat Buteng 60 persen adalah nelayan, sisanya petani, pedagang dan beberapa pekerjaan lainnya. Itulah mengapa sektor perikanan menjadi prioritas saya untuk terus dimaksimalkan agar mayoritas masyarakat nelayan ini bisa lebih sejahtera,” katanya.

Bantuan, kata dia, tak akan berhenti pada 2018 saja. Pada 2019 ini, Ia mengaku telah mengalokasikan bantuan alat tangkap dan bantuan modal untuk pengembangan rumput laut. Alokasi bantuan sekitar Rp 4 miliar dari APBD.

“Untuk 2019 ini nilainya naik ketimbang 2017 dan 2018 lalu. Nah, melalui dukungan ini, saya sangat berharap taraf hidup nelayan setempat bisa berubah dan dapat ditingkatkan. Saya percaya hasil perikanan yang melimpah akan dapat dimaksimalkan produksinya apabila fasilitas tangkap yang tersedia memadai,” katanya.

Apalagi, kata dia, akses jalan hari ini juga sudah sangat mendukung. Dengan begitu, hasil tangkapan nelayan sudah bisa bisa menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus takut kualitas ikannya menurun alias layu ditengah jalan.

“Saya kira ada keterkaitan antara keduanya, begitu juga hasil pertanian dan lain sebagainya. Makanya kenapa semua sektor ini saya kejar, agar pembangunan Buteng itu bisa lebih cepat dan perputaran uang semakin banyak,” tukasnya.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jendela Informasi Masyarakat Kepton

www.jelajahkepton.com

PT. JELAJAH KEPTON NUSANTARA

Alamat : Jl. Rusa no 08, Kel. Kadolomoko, Kec. Kokalukuna

Badan Hukum No.
AHU-0025954.AH.01.11.TAHUN 2018
TANGGAL 23 FEBRUARI 2018

Baubau,  23-2-2018

DOWNLOAD

DOWNLOAD

© COPYRIGHT PT. JELAJAH KEPTON NUSANTARA 2018

To Top