Kabupaten Buton

Gandeng Gadapala, Buton Berhasil Cetak 70 Pemandu Wisata Alam

Pasarwajo-Dinas Pariwisata Kabupaten Buton bekerja sama dengan Organisasi pecinta alam Gadapala Kabut Watambo, telah sukses melakukan pelatihan dasar pemandu wisatawan khsusunya wisata alam sebanyak 70 peserta, yang berlokasi di Desa Lawele, Kecamatan Lasalimu Kabupaten Buton, Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya, Bupati Kabupaten Buton La Bakry mengatakan, sangat berterima kasih kepada Pemerintah pusat atas dukungannya dalam merangka perkembangan Pariwisata, dimana Kabupaten Buton telah masuk 100 dalam kalender event di Indonesia.

“Kita patut berbangga, Kabupaten Buton masuk 100 Kalender Event Nasional, jadi Sulawesi Tenggara ada dua, pertama Kabupaten Buton dan selanjutnya Kabupaten Wakatobi, memang sempat dicabut namun atas perjuangan kita bersama, Buton masuk kembali”, ungkapnya dihadapan para peserta jungle tracking.

Lanjut dikatanya, sesuai dengan nawacita Presiden Jokowi Dodo yang menginginkan adanya destinasi wisata baru, maka Buton harus mengambil peran memgingat Kabupaten Buton memiliki hutan yang dihuni suaka margasatwa yang berada dihutan Lambusango.

“Destinasi wisatanya Hutan lambusango dan sekitarnya, kita akan tawarkan bagi wisatawan, kita mau tawarkan apakah sudah siap atau belum, na pelatihan pemandu wisata alam inilah yang menjadi tolak ukur nanti, sebab telah dilatih untuk menjadi pemandu profesional”, ujarnya.

Dikatakannya, setelah pelatihan pemandu wisata alam tersebut, kedepan pemerintah Kabupaten Buton akan terus berupaya mendorong sektor pariwisata sebagai magnet dan masa depan bagi masyarakat yang telah mengikuti pelatihan kepariwisataan.

“Tentu ini akan bertanya tanya, habis ini kita mau bikin apalagi, doakan kami bersama dinas Pariwisata terus mengembangkan agar Pariwisata menjadi masa depan kita semua”, tambahnya.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Buton Zainudin Napa mengatakan, setiap operator atau pemandu wisata alam yang masuk dihutan lambusango harus memiliki sertifikat kepariwistaan untuk kepemanduan didesanya masing masing.

“Nanti kalau ada wisatawan yang berkunjung dihutan lambusango harus didamping oleh pemandu wisata alam yang telah memiliki sertifikat kepariwisataan”, tegasnya.

Zainudin napa membeberkan, hutan lambusango selama 20 tahun dikelolah oleh lembaga swasta, namun ironisnya masyarakat desa sangat sedikit sekali mendapatkan keuntungan atas kedatangan wisatawan mancanegara.

“Saya menjelaskan bapak Bupati, selama dua dekade atau 20 tahun lamanya hutan Lambusango dikelolah oleh lembaga swasta, masyarakat desa sangat sedikit mendapatkan keuntungan, saya menegaskan ini kegiatan bukan formalitas dan kami akan terus mengupayakan.

Lanjut dia, kegiatan pemandu wisata alam akan berlanjut ditahun depan, dengan pelatihan tingkat dua yang dilatih oleh organisasi pecinta alam Gadapala Kabut Watambo yang telah profesional dibidangnya.

“Tahun depan pelatihan ini akan ada lagi, kamipun berharap teman-teman instruktur dari Gadapala bisa bekerja sama, adapun bulan kegiatannya maret 2020 nanti”, tambahnya.

Untuk diketahui, kegiatan pemandu wisata alam tersebut melibatkan 6 Desa yang berada tepat dikawasan hutan Lambusango yakini, Desa Lawele, Desa Wagari, Desa Benteng, Desa Nambo, Desa Suandala dan Desa Kakenauwe.(um)

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jendela Informasi Masyarakat Kepton

www.jelajahkepton.com

PT. JELAJAH KEPTON NUSANTARA

Alamat : Jl. Rusa no 08, Kel. Kadolomoko, Kec. Kokalukuna

Badan Hukum No.
AHU-0025954.AH.01.11.TAHUN 2018
TANGGAL 23 FEBRUARI 2018

Baubau,  23-2-2018

DOWNLOAD

DOWNLOAD

© COPYRIGHT PT. JELAJAH KEPTON NUSANTARA 2018

To Top